Skip to main content

KUMPULAN PUISI LAMA


KUMPULAN PUISI LAMA


SUNYI

­Damai….dimana ada kudapati
Di semak duri
Tiada kutemui
Hinggga malam terjelang pagi
Embun pun sirna kembali
lanjutkan membaca...

Angina sejuk membelai hati
Dingin teduh namun sunyi
Dunia bagai semakin kecil
Bertepi sepi ditengah sunyi
Hilang pergi nyanyian damai
Sirna hilang dambaan hati
Curahnya hujan menutupi api
Menepis dingin jasad cintaku
Menuju pusara suci
Dalam lambai angin pagi

Karya : ibunda ( sabtu 7 mei 1983 )



ANGIN PUTIH

Senja berpaling sinis dan acuh
Senyum manisnya bukan untukku
Peluk mesranya tak lagi padaku
Tembang rindunya
Tiada lagi terdengar
Entah siapa lagi bakal kasihnya
Berpaling sinis tiada sapa
Tatap bulan manis pun lembut
Inikah dunia yang terdamba

Sunyi sepi
Jari tergigit pasi
Lampu hidupku redup dan pasti
Tembang cinta sirna dan fani
Itukah pujanya hati
Desah nafas senduku
Lembut pelan
Merintih pedih
Bagai tersayat luas
Tetes darah beku nan padat
Angina putih pun tiada membelai
Semburat kuning emas pun tiada lagi
Merah jingga mentari
Tiada tercecer di cakrawala
Atau terpijar di buana
Itulah kodrat
Tak terbatas kuasa Tuhan

Karya : ibunda ( sabtu 7 mei 1983 )


RESAH

Resah menjelajah desah pasrah
Tetes ke daun pun tiada basah
Semuanya bagaikan musnah
Dalam keletihan melangkah
Makin penat dan lelah
Rasa cinta mu punah
Di telan tembang padang sawah

Kadang semilir angina pun sejuk terasakan
Mendung bergayut didahan langit
Tak ada terdapatkan disana
Citra kedamaian
Citra keindahan
Serta kesejukan
Sunyi…sepi
Dingin…sendiri
Tiada api bumi disana
Tiada tembang pieesa
Tiada tembang rendra
Gelap cerlang
Hanya sendiri
Benang benang hujan pun rapih
Turun di bumi
Membasahi
Disini terdapatkan damai
Bulan pun iri
Hendak luruh ke bumi

Karya : ibunda ( minggu 8 mei 1983 )


BILA BULAN BERSYAIR CINTA

Senja membayang
Menjelang tiada belai sayang
Menjelang tiada manis menawan
Titik tangis yang ada
Derai sendu yang tiba
Damai yang kunanti
Nestapa tiba untuk ku

Ku biarkan angina lewat bernyanyi
Ku biarkan daun senja telungkup
Ku biarkan mentari meninggal kan
Ku biarkan petang menjelang
Seribu tangis biar terlewati
Tiada pendam rasa derita

Bagai kipas besar nan anggun
Angina membelai sejuk dan manja
Bagai tiada titik tangis menhiba
Berlalu semua lara
Berlalu semua duka
Biar kan bintang meliuk lenggang
Biar kan bulan bersyair cinta
Biar kan langit biru tertawa
Biar kan isi alam bahagia
Tiada lara bergayut di dada

Karya : ibunda ( minggu 8 mei 1983 )


DERU POLUSI DALAM BENING PERTIWI

Ku daki bukit hijau mu
Menelusuri jalan berliku
Di sisi ku ranting tersenyum malu
Diatas ku matahari berlari pelan
Di depan sana…
Setangkai kembang hutan melambai
Di sini setitik damai
Di sini setetes manis madu
Kudapati
Sgala nya polos
Sgala nya sempurna
Sgala nya murni
Wangi kembang pun masih kudapati
Merdu kicau nya pun masih ada kudengar
Polos jujur sempurna tapi sederhana

Deru polusi
Debu korupsi
Mengapa ada disini
Tidak kah menodai kesucian ini
Tidak kah cemar di pantai bening ini
Tidak kah akan layu ranting ini

Pemimpin negri
Dapatkah diatasi
Debu debu korupsi
Negri ini damai
Bila kami mengabdi
Sirta saling menjaga negri

Karya : ibunda ( Senin 9 mei 1983 )

Comments